CATATAN KAKI

Diary Perjalanan Ibadah Umrah PT. Menara Tanjung

20 – 31 Desember 2019

 Bimbingan

Ust. Tutur Hidayat, M.Pd.I.

SAHABAT ANDA MENUJU BAITULLAH

 

Jum’at, 20 Desember 2019

Calon jamaah umrah diminta berkumpul di rumah Ust. Tutur Hidayat, M.Pd.I. pada pukul 13.00 WIB. Semua calon jamaah umrah datang beserta keluarga untuk mengantar keberangkatan dan mendoakan agar diberikan kesehatan dan keselamatan sampai pulang lagi ke tanah air dengan selamat diwarnai dengan penuh rasa haru dan tangis bahagia dari keluarga dan handai taulan.

 

Setelah barang-barang dan jamaah sudah siap di dalam bis Damri, pada pukul 14.30 WIB rombongan calon jamaah umrah berangkat dari Pemangkat menuju Pontianak. Lambaian tangan dari masing-masing keluarga sebagai tanda ucapan selamat jalan mengiringi keberangkatan calon jamaah umrah. Selama di dalam bis, Ust. Tutur mulai membimbing calon jamaah umrah untuk membaca doa-doa sebagaimana buku panduan yang sudah ada di tangan calon jamaah umrah masing-masing.

 

Pukul 16.10 WIB rombongan calon jamaah berhenti di rest area daerah Sungai Duri. Ada yang buang air, shalat ‘Ashr, minum, makan, dan sambil ngobrol dalam suasan yang begitu akrab. Lebih dari setengah jam di rest area, perjalanan dilanjutkan menuju Pontianak.

 

Sekitar pukul 20.35 WIB, rombongan calon jamaah umrah yang berjumlah 56 orang tiba di Pontianak. Semula calon jamaah umrah diinapkan di Asrama Haji, karena di Asrama Haji ada acara dan penginapannya penuh sehingga calon jamaah umrah dialihkan ke penginapan yang dekat dengan Asrama Haji (tidak jauh dari Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat).

 

Kemudian calon jamaah umrah mendapatkan makan malam, selanjutnya masing-masing memasuki kamar yang sudah ditentukan, ada yang mandi, ada yang shalat, dan mengemaskan barang bawaan. Tidak lama kemudian, ada sejumlah orang, yaitu tim money changer dan tim salah satu provider ponsel edisi umrah untuk digunakan di luar negeri. Khusus penukaran uang Riyal, setiap calon jamaah umrah diberikan jatah bisa menukar uang berjumlah Rp. 1 juta. 1 Riyal Saudi = Rp. 4.000, maka setiap calon jamaah umrah berhak 250 Riyal Saudi.

 

 

Sabtu, 21 Desember 201

Calon Jamaah Bersiap Menuju Bandara Supadio.
Briefing dari Direktris Sambil Pembagian Paspor.

Setelah shalat Shubuh, mandi, dan sarapan pagi, jamaah menuju Bandara Internasional Supadio pada pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 07.39 WIB, jamaah tiba di Bandara Internasional Supadio. Sementara menunggu check-in, jamaah disuguhi snack sembari menerima paspor dan tiket untuk transit ke Kuching. Pukul 11.16 WIB, jamaah check-in di Bandara Supadio dan langsung terbang menuju Kuching, Malaysia.

Calon jamaah transit di Bandara Kuching Sambil Istirahat Merebahkan Badan.

Pada pukul 13.02 (waktu Kuching), jamaah tiba di Bandara Kuching di sambut oleh perwakilan PT. Menara Tanjung di sana. Jamaah pun menjamak-qasar shalat Zhuhur dan ‘Ashr. Kemudian makan siang. Jadwal terbang ke Kuala Lumpur sempat delay, sekitar pukul 20.10 (waktu Kuching) jamaah baru bisa berangkat ke Kuala Lumpur. Pukul 22.24 waktu Kuala Lumpur tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan jamaah menuju penginapan, yaitu View Hotel yang terletak di kota Sepang, Malaysia. Kejadian tidak menyenangkan di View Hotel adalah air ledengnya tidak mengalir sehingga semua jamaah tidak ada yang mandi, buang air pun menggunakan air botol mineral. Bahkan ada dua jamaah yang kopernya tertinggal di Kuching.

 
Ahad, 22 Desember 2019

Di Sinilah Calon Jamaah Menginap, City View Hotel Sepang, Malaysia.

Jamaah masih berada di View Hotel dengan air ledengnya pun masih bermasalah. Dan Alhamdulillah sekitar pukul 08.00 pagi waktu Sepang air ledengnya mengalir dengan lancar, jamaah pun bisa mandi dengan nyaman. Ada satu jamaah yang tidak sempat mandi, tapi hanya sempat BAB karena kran air di View Hotel kembali bermasalah.

Calon Jamaah Tiba di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia.

Pukul 10.00 waktu Sepang, jamaah menuju bandara KLIA, Malaysia. Makan siang dan shalat jamak-qasar Zhuhur-‘Ashr di bandara KLIA. Pukul 14.57, jamaah sudah berada di ruang tunggu KLIA untuk kemudian berangkat menuju bandara Jeddah, Saudi Arabia pada pukul 16.40 waktu Malaysia.

 

Pukul 01.51 waktu setempat, jamaah nyampai di bandara Jeddah dan disambut oleh tim PT. Menara Tanjung perwakilan Jeddah, Saudi Arabia. Setelah menyelesaikan administrasi di bandara Jedaah, selanjutnya jamaah masuk bis untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Dalam perjalanan menuju kota Madinah, jamaah diberhentikan di rest area untuk istirahat dan makan malam. Di sela-sela makan malam di rest area, sejumlah jamaah membeli madu yang menurut penjualnya madu dari Yaman. Dengan harga Rp. 100.000,- dapat satu botol madu + jintan hitam (habbatussauda’). Kemudian perjalanan dilanjutkan ke kota Madinah menuju penginapan.

 

 

Pada pukul 04.18 waktu Madinah, jamaah tiba di penginapan, yaitu Hotel Makarim Al-Masi. Saya sempat bertanya kepada mutawwif yang menyambut kami di Madinah, berapa derajat suhu di Madinah? Kata mutawwifnya suhu saat ini sekitar 12-13o celcius. Sungguh suhu yang sangat dingin, suhu di luar lebih dingin dari dalam bis yang full AC.

Usai Shalat Shubuh Perdana di Masjid Nabawi, Madinah al-Munawaroh.

Sampai di Madinah, jamaah langsung menuju hotel dan kamar yang sudah disiapkan, mutawwif memberikan waktu hanya 30 menit untuk berkemas. Selanjutnya jamaah berkumpul di lobi dan siap-siap untuk shalat Shubuh berjamaah PERDANA di Masjid Nabawi. Jamaah diarahkan memasuki Masjid Nabawi dari Pintu 7, jamaah diminta untuk masuk dan keluar dari Pintu 7. Untuk yang pertama kali ini, masuk dan keluar Masjid Nabawi jamaah diminta untuk berkumpul di Pintu 7. Sedangkan untuk selanjutnya jamaah bebas keluar dan masuk dari pintu 7, namun tetap ikut rombongan dan tidak sendiri-sendiri serta memakai atribut berupa ID Card dan syal khusus PT. Menara Tanjung.

 

 

Senin, 23 Desember 2019

Jamaah Mengunjungi Masjid Quba’. Jamaah Berfoto di Halaman Antara Tempat Wudhu’ dan Masjid Quba’.

Pukul 08.00 waktu Madinah, jamaah dibawa ke Masjid Quba’. Di masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah Saw. ini, jamaah melakukan shalat sunah Dhuha. Di luar masjid ada sejumlah pedagang yang menggelar dagangannya. Sebagian jamaah ada yang sudah mulai berbelanja, seperti baju gamis, tasbih, kurma muda (kering), minyak wangi, kopiah dan lain-lain.

Jamaah Dibawa ke Kebun Kurma.

Perjalanan dilanjutkan menuju kebun kurma. Di sini, jamaah digratiskan untuk mencicipi semua makanan dan air mineral gelas. Namun, harus bayar jika untuk dibawa pulang. Beraneka ragam oleh-oleh khas Arab dijual di sini. Sejumlah bis juga terlihat di area parkir, menunjukkan jamaah umrah ramai yang berkunjung ke kebun kurma.

 

 

Selasa, 24 Desember 2019

Foto Bersama dengan Latar Jabal Uhud.

Ziarah dilanjutkan ke Jabal Uhud, di sini seluruh jamaah dibimbing untuk mendoakan pada Syuhada’ yang gugur mati syahid di medan perang mempertahankan Kalimatullah. Semangat juang sangat terasa ketika jamaah berada di bawah Jabal Uhud. Pembacaan doa untuk para Syuhada’ yang dipimpin oleh penjaga makan di Jabal Uhud menambah kesyahduan. Sebagian jamaah laki-laki yang usianya masih terbilang muda mencoba menaiki Jabal Uhud. Di bawah Jabal Uhud, rombongan jamaah umrah PT. Menara Tanjung bimbingan Ust. Tutur Hidayat foto bersama.

 

 

Rabu, 25 Desember 2019

Miqat di Masjid Bir Ali untuk Umrah Pertama.

Pukul 11.47 waktu Madinah, jamah sudah berpakaian Ihram. Shalat Zhuhur berjamaah di Masjid Nabawi dijamak takdim ‘Ashr. Pukul 13.53 dari Madinah menuju Majid Bir Ali mengambil miqat untuk umrah pertama. Pukul 15.09 tiba di Masjid Bir Ali dan melakukan shalat sunah ihram dan berniat ihram. Di sini sempat kehilangan satu jamaah (nenek), sehingga mutawwif Ust. Abdul Latief bergegas mencarinya dan Alhamdulillah tidak menunggu lama nenek yang nyasar sudah ditemukan.

Briefing dari Mutawwif di depan Pintu 79 Masjidil Haram

Setelah menempuh perjalanan dari Madinah ke Makkah + 5 jam. Pada pukul 23.22 tiba di Makkah, nginap di Hotel Al Nosour Al Zahaby. Setelah berkemas, jamaah menuju Masjidil Haram. Sebelum memasuki Masjidil Haram, jamaah dibriefing oleh mutawwif di depan pintu 79, tidak jauh dari menara Zam-Zam. Jamaah diminta masuk dan keluar Masjidil Haram dari pintu 79. Kemudian jamaah di bawa ke dalam Masjidil Haram untuk melakukan shalat Maghrib dan Isya jamak takhir secara berjamaah dengan imam Ust. Tutur Hidayat, semua jamaah masih dalam berpakaian ihram. Dilanjutkan melakukan thawaf wajib 7 kali mengelilingi Kakbah, plus shalat sunah thawaf di depan pintu Kakbah (Multazam), kemudian sa’i 7 kali bolak-balik dari bukit Safa ke bukit Marwah sampai terakhir tahallul. Alhamdulillah selesai sudah umrah yang pertama. Di waktu yang bersamaan, ada empat jamaah yang umrahnya terpisah karena menggunakan kursi roda melalui jalur khusus.

 

 

Kamis, 26 Desember 2019

Jamaah melakukan rutinitas ibadah seperti biasa, seperti shalat Shubuh berjamaah di Masjidil Haram, bahkan ada di antara jamaah yang merutinkan shalat tahajjud di masjid yang paling luas dan besar di dunia ini. Pagi harinya tidak ada agenda khusus dari travel PT. Menara Tanjung sehingga jamaah dibebaskan untuk beraktivitas. Setelah mandi dan sarapan pagi, jamaah sudah punya aktivitas pribadi yang didominasi dengan berbelanja di pasar di sekitar Hotel Al Nosour Al Zahaby kota Makkah tempat jamaah menginap. Jamaah berburu oleh-oleh untuk keluarga di tanah air atau untuk dipakai sendiri, seperti minyak wangi, tasbih, lipstik, mainan anak-anak, kopiah, sorban, gamis, baju muslim dan aksesoris muslim lainnya.

 

Di sela-sela makan siang, Ust. Tutur Hidayat selalu mengingatkan kepada jamaah bahwa berat koper maksimal 25 kg/jamaah. Jika ada jamaah yang kopernya melebihi berat 25 kg, maka akan dikenakan biaya tambahan. Namun, bagi jamaah yang suami-istri atau ada hubungan keluarga, isi kopernya bisa diatur agar beratnya tidak melebihi 25 kg.

 

 

Jum’at, 27 Desember 2019

Jamaah Berfoto dengan Latar Jabal Nur yang di dalamnya Terdapat Gua Hira’ Tempat Nabi Muhammad Saw. Pertama kali Menerima Wahyu QS. Al-‘Alaq: 1-5.

Pukul 08.00 waktu Makkah jamaah dibawa ziarah ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah di Arafah. Sebelumnya, jamaah disinggahkan sebentar di kaki Jabal Nur dan foto bersama dengan latar Jabal Nur yang merupakan tempat baginda nabi Muhammad Saw. pertama kali menerima wahyu di Gua Hira’. Perjalanan dilanjutkan menuju Jabal Tsur dan Jabal Rahmah di Arafah. Jabal Tsur dalam sejarah perjuangan Islam dikenal sebagai tempat persembunyian nabi Muhammad Saw. bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah.

Jamaah Berkunjung ke Jabal Rahmah.

Di Jabal Rahmah, jamaah melihat suasana padang yang luas di Arafah dengan luas sekitar 8 kilometer persegi terletak di timur Makkah yang dijadikan tempat wukufnya jamaah haji. Di Jabal Rahmah ini pula yang paling dikenal tempat bertemunya nenek moyang manusia, yaitu Adam dan Hawa. Pemerintah kejaraan Saudi mengabadikan peristiwa tersebut dengan membangun monumen di Jabal Rahmah.

Keceriaan Jamaah Bertemu Unta. Tidak Sedikit Jamaah yang Mengelus-elus Unta.

Perjalanan dilanjutkan menuju peternakan unta. Menurut keterangan dari mutawwif, sebenarnya peternak unta lah yang mengeluarkan unta-untanya ke lapangan. Setelah turun dari bis, jamaah pun langsung selfie dan foto-foto bersama unta dan ada sebagian jamaah yang membeli dan meminum air susu unta asli langsung dari susu untah perah tanpa ada proses tambahan. Harga per botol susu unta 5 Riyal atau sekitar Rp. 20.000,-. Selain susu, air kencing unta pun dijual oleh peternaknya dan harganya jauh lebih mahal, yaitu 20 Riyal. Mutawwif Ust. Abdul Latief menyarankan untuk tidak membeli air kencing unta, walaupun menurut sebagian orang khasiatnya sebagai obat. Namun belum diketahui secara pasti untuk mengobati penyakit apa dan memang belum ditemukan secara medis atau kedokteran.

 

Selanjutnya menuju museum Kakbah untuk melihat-lihat replika Kakbah, sumur Zam-Zam, Hajar Aswad, dan ornamen-ornamen yang ada di Masjidil Haram serta benda-benda bersejarah lainnya. Kemudian jamaah diantar ke masjid Hudaibiyah mengambil miqat untuk umrah yang kedua. Jamaah memakai pakaian ihram dan berniat serta melakukan shalat sunah ihram 2 rakaat. Perjalanan dilanjutkan menujur Masjidil Haram untuk melakukan umrah yang kedua.

 

Setelah shalat Jum’at dan makan siang dengan tetap menjaga larangan selama berpakaian ihram, tidak menunggu waktu lama jamaah langsung melaksanakan umrah yang kedua. Panas terik tidak menyurutkan semangat jamaah melakukan thawaf di siang hari. Belum selesai 7 kali thawaf, azan ‘Ashr berkumandang di Masjididl Haram. Thawaf pun dipending dan dilanjutkan setelah azan.  Setelah shalat ‘Ashr berjamaah, rangkaian umrah dilanjutkan dengan shalat sunah thawaf di depan pintu Kakbah dilanjutkan dengan sa’i dari bukit Safa ke bukit Marwah bolak-balik selama tujuh kali. Dan diakhiri dengan tahallul menjelang waktu Maghrib.

 

Setelah selesai umrah kedua, jamaah pun tidak langsung ke hotel. Namun shalat Maghrib berjamaah di Masjidil Haram. Setelah shalat, barulah jamaah pulang ke hotel untuk makan malam. Dalam perjalanan menuju hotel, jamaah melihat pemandangan iring-iringan mobil yang membawa jenazah yang baru saja dishalatkan setelah shalat Maghrib tadi.

 

Sabtu, 28 Desember 2019

Pukul 08.00 waktu Makkah, jamaah dibawa tur ke Mina dan melintasi kawasan jamaah haji melakukan mabit. Jamaah diperlihatkan tempat jamaah haji mengambil batu kerikil untuk melempar jumrah (‘aqobah, wustho, dan ‘ula). Mutawwif Ust. Abdul Latief juga menjelaskan wilayah/daerah untuk menempatkan jamaah haji yang berasal dari Indonesia. Rombongan jamaah umrah bimbingan Ust. Tutur Hidayat juga dibawa memasuki jalan terowongan.

 

Perjalanan dilanjutkan ke masjid Ji’ronah untuk mengambil miqat, karena ada satu jamaah (yaitu Pak Wanto) yang ingin membadalkan umrah keluarganya. Pak Wanto miqat sendiri di masjid Ji’ronah dan shalat sunah ihram 2 rakaat di sana.

 

 

Ahad, 29 Desember 2019

Jamaah Foto Bersama Usai Thawaf Wada’
Sebagian Ornamen di Museum AMUDI.
Sebagian Ornamen di Museum AMUDI.

Pukul 13.37 jamaah telah menyelesaikan thawaf wada’. Setelah thawaf wada’, tangis haru mewarnai semua jamaah. Saling bersalam-salaman seraya meminta maaf satu sama lain. Tidak sedikit di antara jamaah yang mengangis haru sebagai ekspresi kebahagiaan dan akan merindukan suasana indahnya beribadah di Baitullah. Kemudian jamaah meninggalkan Masjidil Haram menuju Bandara Jeddah. Dalam perjalanan menuju Bandara Jeddah, jamaah diajak mengunjungi sebentar di Museum AMUDI. Di museum ini terdapat bagaimana gambaran kehidupan masyarakat Arab pada zaman dahulu.

 

 

Sekitar pukul 16.40, rombongan jamaah PT. Menara Tanjung bimbingan Ust. Tutur Hidayat meninggalkan museum AMUDI dan seharusnya langsung menuju Bandara Jeddah, namun menurut informasi dari mutawwif dan supir bis bahwa Bandara Jeddah baru dibuka pada pukul 21.00 waktu setempat. Pada pukul 17.42, jamaah dibawa ke Pasar Corniche. Kata Ust. Abdul Latief, orang Indonesia menyebut pasar ini dengan sebutan “Pasar Indonesia”. Dan memang, di Pasar Corniche ini tidak satupun orang Arab di pasar ini yang menggunakan bahasa Arab, justru mereka berbahsa Indonesia. Bahkan di salah satu sudut pasar, ada warung bakso “Bang Udin” yang menjadi ciri khas Indonesia. Di Pasar Corniche ini jamaah masih berburu oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tanah air.

Bagian dalam Masjid Qishas.
Masjid Qishosh Terlihat dari Luar.

Setelah dari Pasar Corniche, jamaah menuju Masjid Qishosh untuk melaksanakan shalat jamak takhir Isya’-Maghrib. Di masjid ini, kata Ust. Abdul Latief, adalah tempat eksekusi pemancungan kepala bagi orang yang telah dinyatakan bersalah menurut hukum Islam. Pelaksanaannya, kata dia, setiap hari Jum’at setelah shalat Jum’at.

Inilah Pesawat Saudia Airlines yang membawa Jamaah Umroh PT. Menara Tanjung.

Pada pukul 21.34 jamaah tiba di Bandara Jeddah dan langsung check-in untuk melakukan penerbangan ke Bandara KLIA Malaysia yang menurut jadwal di tiket, jamaah diterbangkan pada pukul 01.45 dini hari waktu Jeddah. Sambil menunggu, tidak sedikit jamaah yang tidur karena kelelahan.

 

 Senin, 30 Desember 2019

Jamaah Foto Bersama dengan Latar KLCC, Malaysia.

Pukul 01.00 waktu Jedah, jamaah sudah melakukan Boarding pass sebagaimana yang tertera di tiket. Pukul 02. 42 waktu Jeddah jamaah terbang menuju bandara KLIA Malaysia. Perjalanan memakan waktu sekitar 8 sampai 9 jam menggunakan pesawat terbang Airbus Saudia Airline. Pukul 15. 28 jamaah tiba di Bandara KLIA Malaysia, Alhamdulillah. Sementara menunggu koper dan barang-barang lainnya, jamaah melakukan shalat Zhuhur-‘Ashr dijamak-qasar di musholla Bandara. Kemudian jamaah makan bersama di Bandara KLIA Malaysia. Perjalanan diilanjutkan menuju Masjid Negara Malaysia di Kuala Lumpur. Setelah shalat jamak Maghrib dan Isya’, dilanjutkan foto-foto di depan Masjid Negara Malaysia. Perjalanan dilanjutkan ke Menara Kembar Malaysia atau yang dikenal dengan KLCC, dan kembali menginap di View Hotel, Sepang.

 

Selasa, 31 Desember 2019

Sekitar pukul 06.00 pagi waktu Malaysia, dari View Hotel, Sepang, jamaah menuju Bandara KLIA. Karena dua jam sebelum check-in, jamaah harus sudah berada di Bandara KLIA. Berdasarkan jadwal di tiket, penerbangan dilakukan pada pukul 11.00 waktu Malaysia. Sekitar pukul 11.40 waktu Malaysia, jamaah diterbangkan menuju Bandara Supadio menggunakan pesawat Air Asia. Sekitar pukul 12.05 tiba di Bandara Supadio.

 

Sementara petugas mengemas barang untuk dimasukkan ke dalam bis Damri, sebagian jamaah melakukan shalat Zhuhur jamak-qasar takdim ‘Ashar di musholla Bandara Supadio. Sekitar pukul 13. 40 jamaah meninggalkan Bandara Supadio, hanya berselang 10 menit hujan pun turun dengan derasnya menghiasi perjalanan pulang menuju Pemangkat. Singgah sebentar di rest area di Sungai Purun, tepatnya di Rumah makan Tahu Sumedang. Sebagian jamaah ada yang shalat Zhuhur jamak-qasar ‘Ashar di sini. Hujan masih mengguyur. Hujan mulai reda sudah memasuki Selakau.

 

Sementara para keluarga sudah berduyun-duyun untuk menjemput jamaah umrah PT. Menara Tanjung bimbingan Ust. Tutur Hidayat. Namun, para keluarga yang menjemput dialihkan ke halaman Polsek Pemangkat. Jika menjemput di rumah Ust. Tutur Hidayat, dikhawatirkan jalan macet berhubung malam pergantian Tahun Baru 2019 ke 2020. Tepat pukul 20.40 jamah tiba di halaman Polsek Pemangkat, disambut oleh keluarga dan dijaga oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) kecamatan Pemangkat. Sebelum turun dari bis Damri, Ust. Tutur Hidayat memberikan arahan kepada semua jamaah, setibanya turun dari bis, jangan langsung pulang sebelum masing-masing jamaah mendapatkan kopernya plus air zam-zam. Semua jamaah pulang ke rumah masing-masing berkumpul bersama keluarga di malam Tahun Baru 2020 dengan selamat. Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

 

 

“SEMOGA MENJADI UMRAH YANG MABRUR, AAMIIN”